Wednesday, October 18, 2023

Identifikasi Risiko


 

 

 

 

 

Identifikasi risiko bertujuan untuk mengembangkan daftar tentang sumber risiko dan kejadian yang mengikuti yang dapat menghambat tercapainya tujuan. Dalam proses identifikasi risiko terdapata beberapa hall yang memiliki keterkaitan dengan sebuah risiko, antara lain : sumber risiko, insiden, konsekuensi, penyebabkejadian, pengendalian, waktu dan tempat.

 

Metode identifikasi merupakan Teknik yang dikembangkan untuk mengenal dan mengvaluasi berbagai bahaya yang terdapat dalam proses kerja. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi potensi bahaya antara lain :

1.       Check list

Setiap proses yang di pelajari melalui pendekatan brainstorming untuk memformulasikan setiap pertanyaan meliputi kejadian yang akan menimbulkan konsekuensi yang tidak di inginkan. Masing – masing pertanyaan dibagi kedalam tahapan operasi, Teknik, pemeliharaan dan identifikasi.

 

Setiap pertanyaan tersebut mempertimbangkan scenario terjadinya insiden, identifikasi konsekuensi, menggunakan penilaian kualitatif untuk menentukan tingkat keparahan kensekuensi,  kemungkinan dari semua risiko yangada dan membuat rekomendasi untuk mengurangi bahaya.

 

2.       Hazard and Operability Study (HAZOPS)

Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan dari operasional proses yang dapat mempengaruhi edisiensi produksi dan keselamatan. Hazops merupakan metode identifikasi risiko yang berfokus pada analisis tersetruktur mengenai operasi yang berlangsung. Disini dipelajari setiap tahapan proses untuk mengidentifikasi semua penyimpangan dari kondisi operasi yang normal, mendiskripsikan bagaimana bisa terjadi dan menentukan perbaikan dari penyimpangan yang ada.  

 

3.       Job Hazard Analysis (JHA)

Job Hazard Analysis adalah Teknik yang berfokus pada tahapan pekerjaan sebagai cara mengidentifikasi bahaya sebelum suatu kejadian yang tidak diinginkan muncul. Metode ini focus pada interaksi antara pekerja, pekerjaan, alat, dan lingkungan. Setelah diketahui bahaya yang tidak dapat dikendalikan, maka dilakukan usaha untuk menghilangkan atau mengurangi risiko bahaya ke tingkat level yang bisa diterima. (OSHA 3071).

 

JHA dapat diterapkan dalam berbagai macam jenis pekerjaan, namun terdapat beberapa prioritas pekerjaan yang perlu dilakukan JHS, antara lain:

·         Pekerjaan dengan tingkat kecelakaan yang tinggi.

·         Pekerjaan yang berpotensi menyebabkan luka, cacat atau sakit meskipun tidak terdapat insiden yang terjadi sebelumnya.

·         Pekerjaan yang baru atau mengalami perubahan dalam proses dan prosedur.

·         Pekerjaan cukup kompleks untuk ditulis instruksi pelaksanaannya.

·         Pekerjaan yang bila terjadi kesalahan kecil dapat memicu kecelakaan yang parah.

 Contoh Form JHA 



 

No comments:

Post a Comment