Hierarki pengendalian adalah sistem untuk mengendalikan bahaya di tempat kerja. Dalam ISO 45001, hierarki pengendalian dimaksudkan untuk memberikan pendekatan secara sistematis dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), menghilangkan bahaya, dan mengurangi atau mengendalikan risiko K3.
Berikut lima hierarki pengendalian risiko menurut ISO 45001:
1. Eliminasi
Eliminasi merupakan Langkah awal dan merupakan solusi terbaik dalam mengendalikan paparan, namun juga merupakan Langkah yang paing sulit untuk dilaksanakan. Kecil kemungkinan bagi sebuah perusahaan untuk mengeliminasi subtansi atau proses tanpa mengganggu kelangsungan produksi secara keseluruhan. Sebagai contoh penghilangan timbal secara perlahan pad aproduksi bahan bakar.
2. Subtitusi
Pada saat suatu sumber bahaya tidak dapat dihilangkan secara keseluruhan, maka pilihan kedua sebagai pencegahan adalah dengan mempertimbangkan alternatif proses atau material. Proses subtitusi umumnya membutuhkan banyak trail and erroe untuk mengetahui apakah Teknik atau subtitusi alternatif dapat berfungsi sama efektif dengan sebelumnya. Penting untuk memastikan bahwa agen pengganti sudah diketahui dan memiliki bahaya atau tingkat toksisitas yang lebih rendah. Sebagai contoh penyapuan dengan sitem basah pada debu timbal dibandingkan dengan penyapuan kering.
3. Pengendalian Engineering
Tipe pengendalian ini merupakan yang paling umum digunakan. Karena memiliki kemampuan yang merubah jalur transmisi bahay atau mengisolasi pekerjaan dari bahaya. Contohnya ventilasi, cara paling efektif untuk mengurangi kontaminasi udara, berfungsi untuk kenyamanan, kesetabilan suhu, dan mengontor panas.
4. Pengendalian Administratif
Umumnya pengendalian ini merupakan salah satu pilhan terahir, karena pengedalian ini mengandalkan sikap dan kesadaran dari pekerja. Pengendalian ini baik untuk jenis risiko yang rendah, sedangkan untuk risiko yang signifikan harus disertai dengan pengawasan dan peringatan. Dengan kata lain sebelumnya sudah harus dilakukan pengendalian untuk mengurangi risiko bahaya serendah mungkin. Untuk situasi lingkungan kerja dengan tingkat paparan rendah / jarang makaka beberapa pengendalian yang berfokus terhadap pekerja lebih diberikan.
5. Aalat Pelindung Diri
Merupakan cara terahir yang dipilih dalam menghadapi dalam menghadapi bahaya. Umumnya menggunakan alat, seperti : helm, sarung tangan, kacamata, dan lain – lain.
.png)
No comments:
Post a Comment